MATAPENATIMURCOM, Makale, Tana Toraja – Cara unik dan penuh makna dipilih Sekolah Alam Luwu Timur dalam merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Melalui kegiatan Jelajah Merah Putih 2025, puluhan anak penjelajah alam bersama pembina dan pendamping mendaki Puncak Gunung Sikolong (1.230 mdpl) di Kabupaten Tana Toraja, untuk mengibarkan bendera Merah Putih di atas awan.
Dengan semangat petualangan, kegiatan yang berlangsung 15–18 Agustus ini diisi berbagai aktivitas edukatif: mulai dari mendirikan tenda, belajar bertahan hidup di alam, hingga menjelajah jalur pegunungan Toraja. Anak-anak juga mendapat pengalaman budaya dan sejarah melalui kunjungan ke Kedatuan Luwu di Palopo, Masjid Jami’ Tua Tana Luwu, serta situs budaya Toraja Kalimbuang Bori’ dan Kete Kesu’.
“Jelajah kali ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi pengalaman merayakan kemerdekaan sambil menikmati keindahan alam Indonesia. Semangat kemerdekaan adalah semangat cinta tanah air,” ujar Siti Nurmiaty, pembina Sekolah Alam Luwu Timur.
Kegiatan ditutup dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih di puncak Gunung Sikolong. Suasana haru bercampur bangga ketika anak-anak berdiri tegak menyanyikan Indonesia Raya di ketinggian, seakan menegaskan bahwa jiwa kemerdekaan akan selalu berkibar dalam diri generasi muda.
Menurut pendamping kegiatan, Abdul Rauf Dewang, yang juga relawan kemanusiaan Batara Guru Rescue, perjalanan ini sarat pesan perjuangan. “Mendaki gunung mengajarkan bahwa setiap langkah kecil, meski penuh peluh, akan membawa kita ke puncak. Begitu pula kemerdekaan, diraih dengan semangat, ketekunan, dan kebersamaan para pahlawan. Nilai itu yang ingin kita wariskan pada anak-anak,” ujarnya.
Dengan filosofi “School of Life”, Sekolah Alam Luwu Timur menegaskan bahwa belajar tidak hanya di kelas, melainkan juga di tengah alam—menghadapi tantangan nyata, melatih kemandirian, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.