LUWU TIMUR — Akses jalan hauling menuju site pertambangan PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) di Kilometer 18 ditutup total oleh puluhan warga petani kebun, Jumat (13/2/2026). Aksi tersebut menyebabkan aktivitas pengangkutan ore nikel lumpuh sementara.
Sejumlah mobil dump truck 10 roda milik perusahaan yang mengangkut ore nikel terpaksa berhenti akibat pemblokiran jalan hauling utama menuju lokasi tambang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi blokade dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan penggusuran lahan dan perusakan tanaman milik warga yang disebut dilakukan oleh PT Magatti Internasional selaku kontraktor mining PT CLM, bersama PT Citra Lampia Mandiri.
Warga menilai penggusuran dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi dan kesepakatan dengan pemilik lahan.
Salah satu pemilik lahan, Hj. Rini, mengaku keberatan atas tindakan tersebut. Ia menyatakan telah lama menguasai dan mengelola lahan itu jauh sebelum PT CLM beroperasi.
“Di lahan itu ada tiang merica dan pohon durian yang kami tanam. Tidak bisa seenaknya digusur tanpa pemberitahuan dan kesepakatan,” ujarnya dengan nada kesal saat ditemui awak media.
Menurutnya, tindakan tersebut menyebabkan sejumlah tanaman produktif miliknya rusak. Hj. Rini juga telah menyampaikan surat keberatan kepada Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri dan mendesak agar pihak perusahaan hadir serta bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Ia berharap persoalan ini segera diselesaikan agar tidak memicu gejolak sosial berkepanjangan antara masyarakat petani dan pihak perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Citra Lampia Mandiri maupun PT Magatti Internasional belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.












