Kebocoran Pipa Minyak PT Vale Ancam Lahan Tani Lioka Tak Produktif Puluhan Tahun

  • Bagikan

MATAPENATIMURCOM–Kebocoran pipa minyak milik PT Vale yang terjadi hari ini menimbulkan dampak serius bagi lahan pertanian di Desa Lioka, Kecamatan Towuti. Tumpahan Minyak yang merembes ke area persawahan dikhawatirkan membuat lahan petani tidak lagi produktif bahkan hingga puluhan tahun ke depan.

Sejumlah petani kembali trauma keresahan mereka lantaran tanah yang tercemar minyak akan bisa lagi ditanami dengan baik.dampak Resapan minyak kali yang cukup banyak ini akan merusak struktur tanah, akibatnya akan membunuh mikroorganisme hingga ke lapisan tanah bawah, secara otomatis mencemari sumber air irigasi. Kondisi ini dapat menyebabkan lahan gagal panen dan kehilangan produktivitas dalam jangka panjang tahunan lamanya

Salah satu warga yang ditemui awak media menyampaikan atas kebocoran ini dengan nada pasrah kami kembali trauma karna bertahun tahun kami harus kembali menunggu dan hidup digantungkan dari hasil tani ini saja dan kami sangat berharap
Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir lahan ini mati total. Padahal sawah inilah satu-satunya sumber penghidupan kami,” ungkap salah seorang petani Lioka dengan nada cemas.

Hal ini terungkap dalam rapat darurat yang digelar Camat Towuti di aula kantor kecamatan. Rapat tersebut dihadiri oleh pihak External PT Vale, BPBD Luwu Timur, Dinas Sosial, Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur, serta sejumlah masyarakat terdampak.

Pertemuan itu menjadi wadah untuk mendengar langsung keluhan warga dan membahas langkah-langkah penanganan awal terhadap dampak kebocoran pipa,
Salah seorang warga Lioka menuturkan, kejadian kebocoran pipa ini bukan yang pertama kali. “Sudah pernah terjadi sebelumnya dan kali ini yang paling parah, Sebelumnya saja, sejak kebocoran tahun 2000, lahan baru bisa kembali produksi pada 2024 kemarin. Sekarang kami kena lagi dampaknya,” ucapnya penuh kecewa.

Adapun hasil rapat warga meminta pihak PT Vale Indonesia segera melakukan penanganan kebocoran pipa dan bertanggungjawab atas kerugian dampak kejadian ini

Desak pemerintah diminta agar segera membentuk tim bersama yang terdiri dari PT Vale, pemerintah, dan masyarakat Lioka untuk melakukan inventarisasi dampak yang ditimbulkan oleh tumpahan minyak.

Dari informasi terpercaya tanah yang terkontaminasi minyak membutuhkan waktu pemulihan 20 hingga 50 tahun apabila tidak dilakukan penanganan khusus seperti bioremediasi. Selain merugikan petani, pencemaran ini juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan lokal dan menimbulkan dampak sosial ekonomi yang besar.

Masyarakat berharap PT Vale harus bertanggung jawab dan bersama pemerintah segera turun tangan melakukan pemulihan lahan dan memberikan solusi nyata bagi petani terdampak. *Tim*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *