Sorak Desak PT Vale Tanggung Jawab: Dua Bulan Pasca Tumpahan Minyak, Warga Towuti Masih Menderita

  • Bagikan

MatapenaTimur com — Konferensi pers Solidaritas Rakyat Korban PT Vale Indonesia (Sorak) di Sekretariat AJI Makassar, Rabu (22/10/2025).

PT Vale menyebut penyaluran kompensasi warga terdampak tumpahan minyak berjalan secara bertahap, disertai verifikasi lapangan agar setiap keputusan berbasis data dan akuntabilitas.

Hampir dua bulan pasca bocornya pipa minyak PT Vale Indonesia (Tbk) di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pencemaran lingkungan akibat aktivitas perusahaan masih berlangsung.

Alih-alih menuntaskan penanganan, PT Vale dinilai sibuk membangun narasi positif seolah semua masalah tumpahan minyak telah usai. Derita warga terdampak ternyata belum berakhir.

Pengakuan itu datang dari Ketua Solidaritas Rakyat Korban PT Vale Indonesia (Sorak), Muh. Zaid. Ia menyoroti lambatnya pertanggungjawaban PT Vale terhadap lingkungan dan lahan pertanian tercemar minyak.

Zaid menyebut, masih banyak minyak mentah dari pipa PT Vale terlihat mengalir dan mengendap di lahan persawahan, sungai, serta muara Danau Towuti.

Hampir dua bulan pasca kejadian, minyak masih terpantau mengendap mengalir di beberapa titik lahan persawahan, danau, sungai dan muara danau Towuti yang menyimpulkan kerusakan ekosistem lingkungan hidup,” ujar Zaid saat konferensi pers di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Jalan Toddopuli, Rabu (22/10/2025).

Tumpahan minyak yang terjadi sejak 23 Agustus 2025 itu berdampak fatal pada sedikitnya lima desa yakni Matompi, Langkae Araya, Baruga, Lioka dan Timampu.

Tumpahan minyak PT Vale mencemari sedikitnya 82 hektare lahan pertanian menurut data pemerintah setempat. Tanggap darurat penanganan minyak ini telah berakhir 12 September.

Menurut Zaid, pencemaran tersebut menimbulkan dampak sosial ekonomi yang semakin parah.

Sebabnya, petani tidak dapat lagi mengalirkan air ke sawah karena terendam minyak berwarna hitam, sementara nelayan kehilangan sumber penghidupan.

Alih-alih menunjukkan keseriusan, PT Vale justru terus membangun narasi seolah-olah penanganan telah tuntas dan kondisi lingkungan telah aman,Warga Belum Terima Kompensasi

Menurut Zaid, sejumlah warga terdampak tumpahan minyak juga belum menerima kompensasi yang dijanjikan oleh pihak perusahaan tambang.

Dampak lingkungan sosial ekonomi semakin parah yang dimana petani tidak bisa mengaliri air ke sawah, nelayan kehilangan sumber penghidupan dan warga terdampak belum menerima kompensasi yang dijanjikan,” jelasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *